CLICK HERE FOR BLOGGER TEMPLATES AND MYSPACE LAYOUTS

Senin, 26 Desember 2011

HIATUS 2 TAHUN

maaf sekali untuk para pengunjung yang masih sudi mampir ke blog saya.setelah untuk pertama kali selama dua tahun saya baru ingat membuka blog saya ini. Insya Allah nanti akan sering saya update.
Terharu melihat komen di shoutbox yang masih ada hingga bulan desember 2011. ckckckckck.... untuk mengobati kerinduan, kini saya aktif menulis di majalah petualangan
please visit.

MORE...

Minggu, 30 Agustus 2009

Hewan juga Puasa Lho....



Ga Percaya?...
Beneran lho....Misalnya saja ular, unta, kukang, ayam yang sedang mengerami, dan ikan.
Baca ja selengkapnya kalo masih ga percaya....


Ular puasa? Binatang melata ini sesungguhnya terkenal rakus. Mereka senang makan hewan apa saja. Tikus, kelinci, kodok, burung, kadal, adalah santapan lezat bagi ular. Bahkan, ular-ular besar seperti jenis piton (phyton), sanggup melahap anak kerbau sekali telan. Ular bisa memangsa hewan bertubuh besar, karena tidak memiliki tulang rahang. Dan, ia dapat membuka mulutnya sampai lebar sekali. Tapi ketika ular sudah makan binatang besar, gerakannya jadi lamban. Itu karena perutnya butuh waktu lama untuk menerima mangsa besar. Selama itu, ia tahan tidak makan minum atau berpuasa selama berhari-hari, bahkan sampai 2-3 minggu. Karena itu, buat yang pengen miara Ular, tidak perlu sering-sering diberi pakan.

Bagaimana dengan unta? Nah, kekuatan puasa hewan padang pasir ini lebih dahsyat lagi. Ia terbiasa tidak makan minum selama berhari-hari, sambil berjalan berpanas-panas, melintasi padang pasir yang gersang. Unta menjadikan punuknya sebagai tempat penyimpan air dan makanan yang ia telan. Punuk adalah dua benjolan di punggung hewan ini. Kalau punuknya tampak kempes, berarti persediaan makanan di tubuhnya mulai menipis.

Binatang hutan bernama kukang, juga penggemar kegiatan berpuasa. Hewan ini benar-benar pemalas. Kerja kukang seharian, biasanya hanya tidur, bergelung, atau menggantung di pohon. Meski suasana di sekitarnya ribut, ia tahan tidur sehari semalam, tanpa makan apa-apa. Nah, kalau perutnya sudah benar-benar lapar, barulah ia bangun untuk cari makanan. Setelah makan, ia tidur lagi. Jadi, hewan juga puasa kan? (sumber: rileks.com)

MORE...

Minggu, 09 Agustus 2009

Caving di Tasikmalaya







Aaaahhh seneng benget terlahir di kota ini... Ternyata menyimpan banyak misteri untuk dijelajahi. Juli kemaren, gw di ajak anak-anak buat kegiatan speleo, ataw lebih dikenal sebagai caving atau mengekplorasi gua.

gw pergi bersama anak Biocita (gank tercinta) dan anak-anak dari Tasik Caving Community (thx for help ang tools).

Gw pergi ke daerah Karangnunggal tepatnya ke kampung Ciawi. Di sana kita berencana mengeksplor 4 gua yaitu gua Bojong, Singalarang, Wayang, ma Taraje..

Tiga gua yang pertama adalah gua horizontal alias mendatar, sedangkan gua taraje itu gua vertikal. Jadi kita harus bergantungan dengan rasa horror bwat masuk.




Gw masuk gua Bojong dua kali, yaitu siang dan malem-malem. Pas siang-siang, rombongan sempet diserang ma 'sekelurahan' kelelawar yang keganggu tidurnya karena kedatangan kita. Pas melemnya lebih seru, coz gua mesti merayap-rayap di celah sempit dan berlumpur (rutenya beda).

Di Gua Wayang, merupakan gua buntu. di sini ornamennya bagus, tapi udah dirusak ma tangan-tangan jail n udah dicoret-coret.

Di Singalarang, ini merupakan terowongan air atau sungai bawah tanah. jadi yaaa basah-basahan deh.

ada yang mw nyoba Caving? ayo atuh hubungi ja gw. Tar kiat maen bareng. Seru lhooooo....

MORE...

Senin, 13 Juli 2009

Lone Cycling 2


Sehari setelah nyontreng di pilpres kemaren, saya jalan-jalan lagi dengan si kuning, sepeda kesayangan bokap. kali ini perjalannya ga terlalu jauh. Rute yang akan ditempuh adalah menuju ke Situ Gede. Situ Gede berada di Kecamatan Mangkubumi di Kota Tasikmalaya. Danau ini merupakan danau buatan. Danau ini merupakan satu-satunya danau di Kota Tasikmalaya.

Saya berangkat dari rumah pagi-pagi, sekitar jam tujuh. jarak rute terdekat Situ Gede dari rumah, sekitar 7 km. Jadi perjalanan yang saya lakukan ga jauh-jauh amat.

Perjalanan di awali dari rumah menuju bypass Juanda. Kemudian, setelah 5 km, berbelok ke arah kanan menuju jalan ke Situ Gede. dari sini jalanan mulai menanjak dan kondisi jalan cukup bagus, hanya terdapat sedikit lubang di sana-sini.

Saya sampai di loket Situ Gede pukul setengah delapan lewat dikit. Di Loket ga da siapa-siapa, jadi saya nyelonong aja gratisan, hehehe....


warung ikan bakar dengan harga yang murah




Panorama Situ Gede
Kondisi Situ Gede sekarang berbeda dengan dulu ketika saya ke sini sekitar tahun 1999. Sekarang Situ ini tertata cukup rapi. hanya jalan aspal yang menuju jalan terusan Cikunten dalam kondisi yang cukup rusak. Di Situ ini sekarang telah ada Jogging Track yang cukup memadai di sekeliling Situ. saya mencoba mengelilingi Situ ini melalui jogging track. saya menempuh waktu setengah jam menggunakan sepeda untuk mengelilinginya, karena jalannya cukup terjal.

Panorama Situ Gede sangat indah. banyak rakit dari penduduk yang mencari ikan, orang-orang yang memancing, dan dari kejauhan terlihat Gunung Galunggung yang fenomenal.


Rakit-rakit


Memancing, mencari rezeki

saya pulang melalui jalur Mangkubumi, sambil menikmati indahnya Kota Tasikmalaya. Total jarak tempuh kurang lebih 25km. Ga jauh-jauh amat khan....



Rutenya
Rumah-rarangjami-SMAN2Tasik-Bypass Juanda-belok kanan ke arah Situ Gede- Situ Gede-Terusan Cikunten Situ Gede-Cipari-Mangkubumi-Paseh-Matahari (Mega M)- Pasar Lama
-jl.Mitra Batik-Cinehel-Rumah (Leuwidahu)





MORE...

Minggu, 28 Juni 2009

Capung itu Penting...

Capung (dragonfly) ataupun Capung jarum (damselfly) merupakan salah satu jenis serangga yang banyak dijumpai. Katanya capung sudah ada sejak 300 juta tahun yang lalu.
Capung merupakan serangga yang tidak menggigit ataupun bersengat. Capung merupakan hewan yang memiliki peran sebagai sumber makanan bagi banyak hewan lain, seperti burung, ikan, katak, ataupun kumbang air. Capung hidup dekat dengan air karena siklus hidupnya yang membuat mereka tidak bisa hidup jauh dari air. Capung hidup di air bersih. karena itu capung dan capung jarum berperan bagi manusia sebagai indikator pencemaran lingkungan. Bila di suatu sumber air tidak lagi ditemukan capung, artinya lingkungan itu sudah tercemar dan ekosistemnya terganggu.

Berikut ini struktur tubuh capung.




Seperti serangga pada umumnya, tubuh capung terdiri dari tiga bagian. kepala dengan mata faset (mata majemuk), dada atau thorax dengan empat sayap panjang yang tidak bisa dilipat dan dilengkapi tiga pasang kaki, dan abdomen dengan sepuluh segmen.

Daur hidup capung sebagian besar di air. mulai dari telur, nimfa atau biasa disebut naiad (sunda: kinik-kinik), dan hanya ketika dewasa ia keluar dari air. Umur capung dewasa hanya beberapa minggu. Tetapi, ketika nimfa berkisar 2-10 tahun!

Nimfa capung jarum


Nimfa capung


Ketika nimfa capung akan berubah menjadi capung, ia akan keluar dari air dan keluar juga dari kulit lamanya yang disebut exuviae.

Capung keluar dari kulit nimfa



Bisa dibayangkan capung akan punah bila air tempat hidupnya tercemar, karena ia menghabiskan sebagian besar siklus hidupnya di air.

Capung jarum melakukan perkawinan


Posisi capung saat kawin sangat unik. capung jantan dan betina membentuk posisi seperti love (hati). Capung jantan memegang belakang kepala capung betina, dan capung betina mengambil sperma di bawah pasangan kaki ketiga capung jantan.

Nah, itulah sebagian kecil tentang capung.... Capung merupakan serangga kecil yang memiliki peran cukup besar dalam kehidupan. Tidaklah Allah ciptakan sesuatu dengan sia-sia.... wallahu alam...

Sumber dan disadur dari : www.snh.org.uk/publications/on-line/naturallyscottish/dragonfly

MORE...

Senin, 22 Juni 2009

Lone Cycling

Sabtu kemaren (20 juni 2009) dua hari setelah saya pulang ke rumah tercinta di Tasikmalaya. Tiba-tiba rasa bete mendera. Bingung karena ga, da kegiatan. Yo Wes daripada pusing ya mending bikin petualangan. Akhirnya jam 7 pagi saya ambil sepeda kesayangan bokap.

Si kuning sepedaku

Rute ditentukan setelah siap pake alat standar seperti helm ma gloves. Ciamis .... ya rutenya dari Kota Tasik ke Ciamis. Sekitar 20 km. Sepeda mulai dipacu dengan semangat, soalnya jalan dari Tasik ke Ciamis lumayan menurun jadi ga terlalu capek ngayuh pedal. Sekitar setengah jam kemudian, saya dah sampai ke Gerbang 'Selamat Datang di Kab. Ciamis'.

di Gerbang Selamat Datang

Tinggal 4 km menuju pusat kota Ciamis.... saya kayuh lagi sepeda kuning tersayang. Dan taraaa..... sampai juga di Taman Raflesia dan Masjid Agung Ciamis.





Masjid Agung Ciamis



Taman Raflesia

Lima menit melepas lelah, saya putuskan untuk balik. Tadinya mau lewat jalur berangkat, yaa seperti biasa saya lakukan. Tapi saya penasaran dengan jalur Cirahong menuju Manonjaya, Tasikmalaya.
Akhirnya saya banting stang ke arah Cirahong. Jalurnya lumayan bikin capek. Kondisi jalan juga tidak terlalu bagus. Jalan diawali turunan tajam dan kemudian tib-tiba ada tanjakan kurang lebih 1 km. Di tempat ini ada jembatan kuno yang unik. Jembatan ini gabungan dari rel dan jalan mobil. di atas jembatan adalah rel kereta api, sementara di bawahnya adalah jalur kendaraan searah. Alasnya dari kayu dan sempit. Sehingga kendaraan dari arah berlawanan harus bergiliran untuk masuk.



Suasana di dalam jembatan


Jembatan Cirahong

Setelah dari Cirahong, saya memasuki kawasan Patrol menuju ke Manonjaya. Jaraknya kira-kira 5 km. Sesampainya di Manonjaya saya menyangka jarak tempuh menuju rumah tidak akan terlalu jauh. Tetapi.... saya menghabiskan waktu 2,5 jam menuju rumah! Di Manonjaya saya istirahat dulu di depan Masjid Agung Manonjaya yang sangat klasik. Saya juga berhenti sebentar untuk melihat-lihat perajin tikar mendong yang sedang menjemur hasil karyanya.



Hamparan tikar mendong

Mesjid Agung Manonjaya

Dari Manonjaya saya menuju ke arah Cibeureum, tempat PT DAHANA (pembuat dinamit) dan Lanud Wiriadinata berada.
Akhirnya sampai juga di Kota Tasikmalaya. Agar afdol, saya memutuskan finish di Alun-alun Kota Tasikmalaya. Jadi, perjalanan saya benar-benar memutari 2 pusat kota, yaitu kota Tasikmalaya dan Kabupaten Ciamis. Saya sampai di rumah pukul 10.30 dan saya melakukannya sendirian alias lone cycling. Jaraknya lumayan buat pemula....sekitar kurang lebih 50 km.

Bagi temen-temen yang mau nyobain rute yang saya lalui, ni gambaran rutenya.

Rumah saya (Leuwidahu)-Karangresik-Cikoneng-Cimari-Imbanagara- Alun-alun Ciamis-berbalik menuju simpang ke jalan Cirahong- Jembatan Cirahong-Simpang Patrol - Manonjaya- Cibeureum-Jalan Sutisna Senjaya- Alun-alun Kota Tasikmalaya - Jl. Mitra Batik - Leuwidahu.

Selamat mencoba...


MORE...

Kamis, 04 Juni 2009

Hari lingkungan Hidup 2009


Hari Jum'at 5 Juni diperingati sebagai hari lingkungan hidup se-dunia.....

SELAMAT HARI LINGKUNGAN HIDUP SE-DUNIA

Semoga kita makin arif dan sadar jika ketidakpedulian terhadap bumi hanya akan mendatangkan kehancuran bagi manusia....

Tema dari Hari Lingkungan Hidup Se-Dunia 2009 adalah “ BERSAMA SELAMATKAN BUMI DARI
PERUBAHAN IKLIM”.

Semoga kita semakin disadarkan oleh Yang Maha Kuasa, sehingga tidak akan banyak terjadi bencana alam yang fatal karena tindakan kita sendiri. Jangan sampai terjadi perubahan iklim yang sangat masif dan drastis karena belum tentu umat manusia bisa beradaptasi di iklim yang radikal....SEMOGA.


MORE...